Jumat, 31 Agustus 2012

PANCI

"Ndak usah Nduk, sayang kan mahal-mahal toh ibu juga tidak bisa memakainya”
Seperti biasa Ibu hanya menyimpan pemberianku.  Kali ini aku membelikan Ibu, satu set panci serba guna.

Ibu memang wanita sederhana, kompor minyak tanah  tetap setia menemani beliau di dapur.  Kompor gas lengkap dengan tabung elpiji yang aku belikan masih utuh dalam kardusnya.
“Ibu takut, kalau meledak Nduk,  wong mau makan saja kok pakai taruhan nyawa.”

***          

Setelah menikah, aku dan  suami tinggal di rumah kontrakan kami.  Siang itu aku menerima sebuah paket dari Ibu, isinya panci dan kompor.
Di kardusnya tertulis “Ini lebih bermanfaat untuk mu Nduk”



Pas 100 kata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar