Jumat, 31 Agustus 2012

PANCI

"Ndak usah Nduk, sayang kan mahal-mahal toh ibu juga tidak bisa memakainya” Seperti biasa Ibu hanya menyimpan pemberianku.  Kali ini aku membelikan Ibu, satu set panci serba guna. Ibu memang wanita sederhana, kompor minyak tanah  tetap setia menemani beliau di dapur.  Kompor gas lengkap dengan tabung elpiji yang aku belikan masih utuh dalam kardusnya. “Ibu takut, kalau meledak Nduk, ...
Continue reading PANCI

Selasa, 28 Agustus 2012

SENYUM-MU

  Senyummu melengkung Menghiasi malam Mengantar dia berlalu Aku bahagia juga sedih Seolah baru kemarin Senyummu merekah menyambutku Aku akan sabar menghitung lengkungan senyummu Hingga senyummu mengantarkan kembali Aku bertemu dia *Rumah hijau, saat senyum melengkung menyambut 1 Syawal ...
Continue reading SENYUM-MU

Selasa, 14 Agustus 2012

JEJAK

Suatu hari, akau akan meninggalkanmu Bahkan kamu mungkin tak pernah bertatap denganku  Tapi aku akan selalu ada untukmu Kuwariskan jejak kebaikan Yang kutorehkan dengan tinta ketulusan Yang akan menjadi pengingat Bahwa aku pernah ada Menjadi bintang yang selalu bertahta  Di hat...
Continue reading JEJAK

Senin, 13 Agustus 2012

Selasa, 07 Agustus 2012

SEONGGOK DUKA

Tak pernah pudar sebuah rasa Tertanam dalam relung hati Berbingkai keindahan menawan Serpihan rindu tercecer Pada setiap jengkal langkahku Yang tertatih Kembali Kueja kata demi kata janjimu Lelah Kuhisap semua pesonamu Kini ... Kuhapus sudah jejak  langkah tertatihku Kubuang sudah ceceran rinduku Kuhempas sudah semua rasaku Yang tersisa Hanya seonggok duka Yang tak pernah luruh tertimpa...
Continue reading SEONGGOK DUKA

MENGAHADAP WAJAH-MU

Sering aku merasa sepi Seakan Engkau jauh meninggalkanku Sering Aku bingung kemana akan melangkah Seolah Engkau tak membimbingku Wahai Dzat yang Maha meliputi segala Ternyata Kemanapun aku menghadap Aku selalu berhadapan dengan wajah-Mu Kemanapun kaki ku menapak Aku selalu menjejak di Bumi-Mu...
Continue reading MENGAHADAP WAJAH-MU

RINDU

Lama sajadah panjangku Sepi dan beku membujur kaku Lama tubuhku teronggok pilu Penuh bimbang dan semu Aku tunduk bersimpuh Menggenggam malam yang kian larut Sukmaku terus mengembara papa Mencari Engkau Yang nyata begitu lekat Rindu berbisik-bisik dengan Mu Rindu bermesraan dengan-Mu...
Continue reading RINDU

KARENA KAU ISTIMEWA

Aku merindukanmu Seperti malam yang merindukan pagi Seperti ilalang kering yang merindukan jatuhnya hujan Menatapmu saat kau lelap menyusuri mimpi Adalah kebahagian terindah dalam hidupku Senyum-mu adalah anak kunci pembuka hariku Senyum-mu melelehkan semua rasa sesak dalam benakku Senyum-mu menghangatkan beku hati karena waktu Sampai kapanpun senyummu selalu kunanti Meski terkadang … Aku...
Continue reading KARENA KAU ISTIMEWA

RINDU

            Aku gelisah, menatap langit-langit kamar, seolah ingin kutembus batas ruang antara aku dan dia. Tak kuasa menahan rasa yang mendera, semakin menusuk dan menghujam. Tapi aku juga tak sanggup untuk mendengar tangisan itu, saat suaraku menyadarkan kerinduannya yang meletup yang selama ini teredam oleh riang gembira duniannya. Dengan...
Continue reading RINDU